HOME

Thursday, June 17, 2010

Kastil Heidelberg, Jerman; Bangkitkan Imajinasi Fantasi

Berkunjung ke Jerman serasa belum lengkap sebelum mengunjungi dan melihat keindahan Kastil Heidelberg. Istana megah ini merupakan simbol sejarah negara tersebut, terletak di Lembah Neckar. Karenanya jangan heran jika bangunan bersejarah itu senantiasa menjadi sumber inspirasi para penulis skenario, atau pembuat film, serta penulis cerita. Terinspirasi dari bangunan kuno, munculah film-film besar atau artikel menarik tentang latar belakangnya, bahkan roman percintaan dengan mengambil setting kastil itu.
Ya, siapa pun orangnya, ketika memasuki kompleks, rasa takjub langsung hinggap di perasaan kita. Berdiri megah, di tengah rimbunan pepohonan yang tertata apik, dalam benak teringat pada film-film Harry Potter, dengan latar belakang kastil-kastil fantasi. Bangunan kastil dan gereja khas yang bisa ditemui hampir di setiap negara daratan Eropa itu, sering membuat kagum orang yang melihatnya.
Pemerintah di Eropa tampaknya sangat menghargai monumen-menumen sejarah yang ada. Terbukti tidak hanya di Jerman, hampir di semua negara di Eropa, bengunan kastil dan gereja kuno, tetap dipertahankan keadaannya berdiri seperti semula, dan dijual sebagai aset wisata negara. Meski dibiarkan berdiri apa adanya, bukan berarti pemerintah tidak peduli. Perawatan dan kebersihan bangunan terus dilakukan, malahan dengan teknologi mutakhir. Semua demi mempertahankan bangunan dari kehancuran karena digerogoti usia. Berbeda barangkali dengan kebisaan yang ada di negara kita. Bangunan kuno dihancurkan dan kemudian muncul mal dan departemen store sebagai penggantinya.
Di bangunan bekas kastil Electors Palatine itu, ada beberapa yang terlihat hancur. Menurut beberapa sumber, hancurnya benteng sekaligus istana bernilai arsitektur tinggi itu, terjadi saat terjadi perang dengan Prancis. Dan pemerintah tetap membiarkan reruntuhan tersebut menjadi tontonan pengunjung. Sebagai bukti sejarah, bahwa di tempat itu pernah terjadi perang antar dua negara yang dipimpin oleh raja. Berdirinya kastil ditetapkan pula sebagai hari jadi kota Heidelberg. Dokumen kota itu ditemukan kali pertama pada 1196 dan tahun 1225 dikenal dengan nama Heidelberg.
Meski banyak yang hancur, namun beberapa diantaranya masih berdiri dengan megahnya. Dan sampai saat ini, bangunan kastil yang tersisa masih dipertahankan. Bangunan yang hancur sengaja dibiarkan, sebagai bukti sejarah, bahwa di tempat itu pernah terjadi perang dan pengambilalihan kekuasaan. Padahal jika pemerintah Jerman mau, membangun kembali kastil yang hancur agar bisa berdiri seperti sedia kala, atau berubah bentuk bisa saja dilakukan. Tetapi demi sejarah, pemerintah menganggap, pembangunan kembali bangunan yang hancur dirasa tidak perlu .
Kastil Heidelberg adalah satu dari banyak tempat wisata di Jerman yang paling dikenal. Dalam setahun tak kurang dua juta turis mengunjungi tempat itu. Heidelberg masuk dalam wilayah Baden Wuerttemberg. Untuk mencapai Kastil Heidelberg, Anda harus melewati 303 tangga. Karena udara yang sejuk, ketika melalui jumlah ratusan itu bisa tidak terasa berat.
Selain kastil, kota ini dikenal pula sebagai penghasil mesin cetak berkualitas tinggi. Hampir tidap tahun, para praktisi cetak berkumpul di kota ini untuk menyaksikan pameran mutakhir mesin cetak. Pengikutnya tidak hanya datang dari Jerman saja, namun dari negara-negara penghasil mesin tersebut.
Setelah turun dari kastil, tak sempurna jika tidak menyempatkan diri mampir ke jembatan tua dekat Bismarckplatz. Dari jembatan yang berada di bawah, Kastil terlihat elegan. Kota wisata lain di Jerman yang menawarkan pesona "kekunoan" adalah Leipzig. Ketika Jerman Timur masih berbeda pemerintahannya, kota ini termasuk yang paling diandalkan sebagai pusat wisata.
Terletak di sisi sungai Auer, Leipzig adalah salah satu kota yang paling indah di Jerman. Kota ini selamat dari penghancuran pada Perang Dunia I. Setelah tembok Berlin runtuh, Leipzig menjadi kota sejarah kebudayaan paling menarik dan menjadi tempat yang banyak dikunjungi wisatawan. Johann Wolfgang Goethe, pujangga besar Jerman, menyebut Leipzig sebagai "Little Paris". Ini tidak lepas dari keindahan kotanya yang hampir sama dengan kota Paris.
Berkunjung ke "Little Paris" berarti wajib mendatangi Gereja Nikolaikirche (St Nikholas). Gereja tertua dan terbesar di Leipzig. Bangunan ini makin mendunia sejak tahun 1989, ketika digunakan sebagai tempat dimulainya "Revolusi Perdamaian", antara Jerman Barat dan Timur.
Tempat wisata lain yang menjadi kebanggaan kota berpenduduk 500.000 jiwa ini adalah Kebun Binatang Leipzig, Monumen Perang Antarnegara, St Thomas (museum Johann Sebastian Bach), Museum Sejarah Kota, Gedung Konser Gewandhaus, Opera, Danau Cospuden, Madlerpassage (pusat perbelanjaan terbesar), Leipzig Trade Fair, Constitutional Court, Clara-Zetkin Park, Karl-Heine Canal/Kota Air dan Belantis. Berbagai julukan juga disandang Leipzig, yakni kota olahraga, pusat seni dan kebudayaan serta pusat kekuatan ekonomi di bagian Jerman Tengah.