HOME

Saturday, February 11, 2012

Bali Hollidays,

Denpasar
Denpasar adalah ibukota dari Propinsi Bali, dengan luas daratan lebih dari 125 km2 dengan ketinggian 12-75 meter diatas permukaan laut yang terbagi dalam 4 kecamatan. Dengan populasi penduduknya yang lebih dari 600.000 jiwa Denpasar menjelma menjadi sebuah kota kecil yang padat. Terdapat beragam tempat wisata di wilayah ini seperti Pasar Badung yang merupakan pasar terbesar di Bali, Museum Bali, Bajra Shandi yaitu sebuah monumen perjuangan rakyat Bali, Pantai Sanur yang indah, Taman Werdhi Budaya yang biasanya dipergunakan sebagai pusat perhelatan Pesta Kesenian Bali yang rutin diselenggarakan setiap tahun selama sebulan penuh bertepatan dengan liburan panjang sekolah.
Kuta
Kuta dulunya hanyalah sebuah desa nelayan dengan hamparan pantainya yang berpasir putih dan gulungan ombaknya yang besar. Namun lambat laun menjelma menjadi sebuah desa wisata yang terkenal di seluruh dunia. Para surfer (pemain selancar air) berlomba-lomba datang ke Kuta. Sebagai ikon pariwisata Bali, Kuta memiliki fasilitas wisata yang paling lengkap mulai dari hotel kelas melati sampai berbintang 5, rumah-rumah makan dengan beragam harga dan dan variasi menu, atraksi wisata dan lain-lain. Panorama sunset (matahari terbenam) merupakan salah satu moment yang tak boleh dilewatkan apabila mengunjungi Kuta. Tidak mengherankan apabila pada liburan-liburan nasional Kuta akan sangat padat menjelang sore hari.
Legian
Mempunyai kemiripan dengan Kuta, Legian pun lambat laun menjadi salah satu primadona wisata setelah Kuta. Dengan pantainya yang sama dengan pantai Kuta, Legian diburu oleh para surfer. Di pantai Legian juga sering digelar kompetisi selancar air dari tingkat nasional maupun internasional. Memiliki fasilitas wisata yang sama dengan saudaranya Kuta, maka Legian layak menjadi salah satu pilihan berwisata. Bahkan mulai dari tahun lalu wisatawan mencoba menghindar untuk menginap di hotel sepanjang pantai Kuta terutama pada saat liburan domestik (Lebaran, Natal dan tahun baru) karena untuk mencapai hotelnya akan dibutuhkan waktu berjam-jam akibat macet yang sering terjadi. Nah Legian mendapat imbas dari ini sebagai alternatif pilihan menghindari macet karena Legian memiliki akses jalan yang berbeda dengan Kuta.
Jimbaran
Jimbaran adalah sebuah kampung nelayan, bahkan di wilayah ini terdapat sebuah TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang cukup besar. Banyak nelayan dari luar wilayah ini bahkan dari Madura datang kesini untuk menjual hasil tangkapannya.
Sejak kurang lebih 8 tahun yang lalu Jimbaran terkenal dengan hidangan lautnya. Di sepanjang pantai ini berjejer cafe dengan rapi yang menjual hidangan yang sama yaitu hasil laut. Hidangan laut yang dijual disini masih segar karena merupakan hasil tangkapan nelayan lokal, umumnya hasil laut ini diolah dengan cara dipanggang. Bayangkan menikmati lezatnya ikar bakar di pinggir pantai sambil memandangi sunset, sungguh merupakan suatu moment yang takkan terlupakan.
Nusa Dua dan Tanjung Benoa
Nusa Dua adalah sebuah kawasan wisata paling elit yang ada di Bali. Dengan banyaknya international hotel di kawasan ini kerap dipergunakan sebagai ajang konferensi baik skala nasional maupun skala internasional. Hotel-hotel di sini memiliki fasilitas untuk menggelar even-even kecil maupun besar.
Tanjung Benoa merupakan sebuah desa yang terletak di sebelah utara Nusa Dua. Memiliki pantai yang sama dengan Nusa Dua, Tanjung Benoa berkembang menjadi sebagai pusat dari watersport di Bali. Terdapat banyak usaha wisata air disini mulai dari jet ski, parasailing, snorkeling, scuba diving, banana boat, memancing dan lain-lain. Jika anda penggemar olahraga air tempat ini adalah tempat yang tepat untuk anda.
Dreamland
Dreamland adalah nama sebuah pantai yang terletak di sebelah selatan pulau Bali tepatnya sebelum Pura Uluwatu. Pantai ini memiliki pasir putih di antara perbukitan. Ombaknya juga sangat menantang bagi para peselancar, tetapi ingat pantai ini hanya cocok bagi peselancar yang betul-betul sudah mahir karena selain ombaknya yang tinggi dan keras, juga terdapat karang-karang yang cukup berbahaya. Bagi pemula Kuta dan Legian adalah pilihan yang tepat.
Sungai Ayung
Sungai Ayung adalah sungai terpanjang di Bali. Sungai ini terletak di Kabupaten Gianyar sekitar 45 menit berkendara dari Bandara Ngurah Rai. Dengan arus air yang tidak terlalu deras sungai ini menjadi pilihan yang tepat untuk berwisata arung jeram, anak-anak dan pemula aman untuk melakukan arung jeram di sungai ini. Memiliki pemandangan yang mempesona di sepanjang alurnya dengan tebing-tebing yang curam dan air terjunnya akan menjadi daya tarik tambahan selama berarung jeram. Terdapat lebih dari 10 perusahaan arung jeram yang menggunakan sungai ini dan titik start yang berbeda-beda.
Pura Luhur Uluwatu
Pura Uluwatu terletak di sebelah selatan pulau Bali menghadap langsung samudera Hindia. Dibangun diatas tebing yang sangat tinggi membuat pura ini begitu istimewa. Pura Uluwatu merupakan salah satu dari Pura Kahyangan Jagat di Bali. Pura ini dibangun oleh Empu Kuturan sekitar abad ke-11 ketika beliau datang ke Bali dalam penyebaran agama Hindu. Di pura ini terdapat ratusan kera-kera yang dikeramatkan karena dipercaya sebagai pengikut dari Sang Empu. Sunset adalah moment terindah yang bisa kita nikmati dari sini. Selain itu, anda juga bisa menyaksikan Tari Kecak disini.
Garuda Wisnu Kencana (GWK)
Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park terletak di perbukitan batu putih dengan pemandangan pantai Kuta menghampar di kejauhan. Bandara Ngurah Rai dapat kita lihat dengan jelas dari tempat ini. Ide pembangunan tempat ini berasal dari I Nyoman Nuartha yang merupakan salah seorang maestro pematung yang berasal dari Bali. Di tempat ini akan dibangun sebuah patung Dewa Wisnu yang sedang menaiki burung garuda. Diharapkan tempat ini bisa menjadi ikon pariwisata Bali di dunia internasional apabila nantinya sudah rampung.
Pantai Sanur
Pantai Sanur terletak sekitar 6 kilometer sebelah timur dari Kota Denpasar. Di pantai inilah kapal-kapal Belanda berlabuh ketika menyerang Denpasar pada tahun 1906, yang mana momen ini sekarang diperingati sebagai hari Puputan Badung yang artinya berjuang sampai tetes darah terakhir dalam melawan penjajahan.
Dengan hamparan pasir putih pantai ini menjadi primadona wisata selain pantai Kuta dan Legian. Berjemur merupakan kegiatan yang sering dilakukan oleh wisatawan terutama wisatan mancanegara.
Pura Taman Ayun
Taman Ayun berarti sebuah taman yang indah, terletak di desa Mengwi sekitar 18 kilometer sebelah barat Denpasar merupakan salah satu pura yang sangat mempesona. Raja Mengwi I Gusti Agung Anom mendirikan pura ini sekitar tahun 1634. Pura ini dikelilingi oleh telaga menambah indahnya Pura ini. Pura ini biasanya ramai dikunjungi oleh wisatawan dalam perjalanannya menuju Pura Tanah Lot ataupun Bedugul.
Sangeh
Sangeh adalah sebuah desa yang terletak di sebelah utara Kabupaten Badung sekitar 1 jam berkendara dari Kuta. Di desa ini terdapat sebuah hutan pohon Pala seluas 14 hektar yang dihuni oleh kawanan kera. Pohon ini tidak dapat ditemukan di wilayah lain di Bali. Keberadaan hutan Pala ini dan kera-kera ini akan tetap menjadi misteri bagi penduduk sekitar. Di hutan ini juga terdapat pura yang berlumut tersembunyi oleh rimbun dan tingginya pohon Pala di hutan ini.
Bedugul
Bedugul terletak 25 kilometer sebelah utara Denpasar berada di ketinggian 1400 meter diatas per mukaan laut membuat Bedugul mempunyai hawa yang sejuk dan segar. Di daerah ini terdapat beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi seperti diantaranya kebun raya Bedugul, pasar buah Candi Kuning, danau Beratan dan yang tak kalah menariknya adalah Pura Ulundanu. Yaitu sebuah pura yang dibangun sebagai tempat untuk memuja Dewi Danu yang dipercaya oleh masyarakat sekitar akan selalu membawa kesuburan.
Tanah Lot
Pura ini didirikan pada abad ke XV Masehi oleh Pedanda Bawu Rawuh atau Danghyang Nirartha yang berasal dari Kerajaan Majapahit. Pura Tanah Lot terletak di laut atau terpisah dari daratan dan di sekitar pura ini terdapat pula beberapa pura kecil dan besar antara lain Pura Pekendungan.
Di bawah dan di sebelah barat terdapat sumber air tawar yang merupakan air suci bagi Umat Hindu. Pura Tanah Lot terletak di Desa Beraban Kecamatan Kediri + 13 km dari kota Tabanan, lengkap dengan tempat parkir yang memadai. Bila air laut surut para pengunjung dapat langsung sampai ke pelataran pura untuk bersembahyang. Di bawah pura terdapat beberapa gua yang di dalamnya hidup beberapa ekor ular besar dan kecil berwarna hitam putih. Ular-ular ini sangat jinak dan tidak boleh diganggu. Jika air laut pasang, maka pura ini akan kelihatan seperti sebuah perahu terapung di atas air. Di Tanah Lot kita dapat menyaksikan timbulnya bulan purnama di malam hari dan tenggelamnya matahari di kaki langit, merupakan suatu pemandangan yang sangat indah.
Kerta Gosha
Kerta Gosa adalah suatu bangunan (bale) yang merupakan bagian dari bangunan komplek kraton Semarapura dan telah dibangun sekitar tahun 1686 oleh peletak dasar kekuasaan dan pemegang tahta pertama kerajaan Klungkung yaitu Ida I Dewa Agung Jambe.

Kerta Gosa terdiri dari dua buah bangunan (bale) yaitu Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang. Disebut Bale Kambang karena bangunan ini dikelilingi kolam yaitu Taman Gili. Keunikan Kerta Gosa dengan Bale Kambang ini adalah pada permukan plafon atau langit-langit bale ini dihiasi dengan lukisan tradisional gaya Kamasan (sebuah desa di Klungkung) atau gaya wayang yang sangat populer di kalangan masyarakat Bali. Pada awalnya, lukisan yang menghiasi langit-langit bangunan itu terbuat dari kain dan parba. Baru sejak tahun 1930 diganti dan dibuat di atas eternit lalu direstorasi sesuai dengan gambar aslinya dan masih utuh hingga sekarang.

Pura Besakih
Komplek Pura Besakih terdiri dari 18 Pura dan 1 Pura Utama. Pura Besakih merupakan pusat kegiatan dari seluruh Pura yang ada di Bali. Di antara semua pura-pura yang termasuk dalam kompleks Pura Besakih. maka Pura Penataran Agung ini adalah yang terbesar, terbanyak bangunan-bangunan pelinggihnya, terbanyak jenis upakaranya dan merupakan pusat dan semua pura yang ada di Besakih. Dimana terdapat 3 arca utama Tri Murti Brahma, Wisnu dan Siwa yang merupakan perlambang Dewa Pencipta, Dewa Pemelihara dan Dewa Pelebur.
Tampaksiring
Tampaksiring adalah nama dan sebuah desa yang terletak 36 km dari Denpasar. Pura Tirta Empul sebagai peninggalan Kerajaan di Bali, salah satu dari beberapa peninggalan purbakala yang menarik untuk disaksikan dan diketahui di desa ini. Disebelah Barat Pura tersebut pada ketinggian adalah Istana Presiden yang dibangun pada pemerintahan Presiden Soekarno. Mengenai nama pura ini kemungkinan besar diambil dari nama mata air yang terdapat didalam pura ini yang bernama Tirta Empul seperti yang telah disebutkan diatas. Secara etimologi bahwa Tirta Empul artinya air yang menyembur keluar dari tanah. Maka Tirta Empul artinya adalah air suci yang menyembur keluar dari tanah.

Pura Goa Gajah
Pura goa Gajah terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Daerah Tingkat II Gianyar. Jaraknya dari Denpasar Kurang lebih 26 Km, sangat mudah dicapai. Disana ada kios-kios kesenian dan Rumah makan. Pura ini di lingkupi oleh persawahan dengan keindahan ngarai sungai Petanu, berada pada jalur wisata Denpasar Tampaksiring Danau Batur Kintamani. Disekitarnya terdapat tempat-tempat bersejarah seperti Yeh Pulu, Samuan Tiga, Gedung Arca, Arjuna Metapa, Kebo Edan, Pusering Jagat, Penataran Sasih dan lain-lain. Namun Goa Gajah belum diketahui asal usulnya secara pasti.

Singaraja & Lovina
Menuju Singaraja kita akan melewati air terjun Gitgit yang sangat terkenal. Bagi wisatawan domestik wajib mengunjungi air terjun ini. Selain itu, diwilayah Singaraja, anda bisa mengunjungi Air panas Banjar, mengunjungi Pantai Lovina dan menyaksikan Lumba-Lumba, mengunjugi  Taman Nasional Bali Barat (TNBB) dan pulau Menjangan sebagai wisata menyelam.
Amed & Tulamben
Amed & Tulamben adalah tempat favorit untuk menyelam. Jika anda penggemar pemandangan bawah laut, anda wajib menyelam disini.
Selain itu, sudah banyak terdapat penginapan disini. Amed juga menjadi tempat favorit berbulan madu. Obyek wisata yang ada adalah Taman Ujung, sebuah taman peninggalan kerajaan Karangasem. Taman yang sangat indah dikelilingi kolam.

Candidasa
Salah satu pantai berpasir putih yang indah dan eksotik di Bali. Menjadi tempat menginap favorit wisatawan mancanegara. Suasana yang tenang, dan pemandangan yang indah, menjadi tempat yang tepat untuk berlibur bagi keluarga anda.

Kintamani & Gunung Batur
Gunung Batur adalah gunung berapi yang masih aktif. Terletak di Kintamani, Kabupaten Bangli. Jika mengunjungi Kintamani, anda harus melihat dari Penelokan. Dari sini, pemandangan sangat indah, karena bisa melihat Gunung Batur dikelilingi Danau Batur.
Jika ingin suasana berbeda, anda wajib turun ke dataran di bawah gunung Batur yaitu ke Yeh panes. Dari sini anda bisa mengunjungi desa Trunyan, sebuah desa kuno yang jauh dari modernisasi. Di desa ini, mayat tidak dikubur atau diaben, hanya dibiarkan dibawah pohon besar(Trunyan) dan anehnya tidak berbau sama sekali.
Jika ingin santai, anda bisa makan di sekitar danau, karena banyak rumah makan terapung di pinggir danau menyajikan menu ikan air tawar yang dijamin enak.

Sunday, July 17, 2011

Wisata Sumba, Nusa Tenggara Timur, Menyimpan Berbagai Pesona

Pulau Sumba dapat dicapai melalui udara lewat dua bandaranya. Bandar udara Tambolaka di Sumba Barat dan Bandar Udara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur.
Penerbangan dilayani setiap hari oleh maskapai Merpati, Batavia dan Transnusa. Dari Jakarta pesawat akan transit di Denpasar, Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke pulau ini. Penerbangan oleh Merpati bertujuan akhir ke Kupang, dengan jalur Denpasar-Tambolaka-Waingapu-Kupang dan sebaliknya. Perjalanan udara dari Tambolaka ke Waingapu memakan waktu kurang dari 10 menit, saat yang tepat untuk mengamati Sumba dari udara.
Pulau ini juga bisa dicapai melalui laut dari pelabuhan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dan Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Jangan lupa membawa peta pulau maupun peta kota untuk memperkirakan jarak dan lokasi. Peta dapat diunduh dari beberapa situs panduan perjalanan.
Kondisi jalan utama yang menghubungkan kota-kota utama di Sumba sudah relatif baik. Jalan-jalan yang lebih kecil masih banyak mengalami kerusakan, berlubang dan berlumpur saat hujan. Ada beberapa jembatan yang masih dalam perbaikan sehingga pengendara kendaraan bermotor harus menyeberangi sungai.
Transportasi umum tersedia pada jalur-jalur utama. Angkutan antar kota menggunakan mobil elf, biasanya sangat penuh sampai penumpang bergelantungan di pintu dan atap mobil. Jalur menuju daerah yang lebih terpencil dilayani oleh beberapa truk dengan jadwal tak menentu.
Dua kota besarnya, Waingapu dan Waikabubak dapat dicapai dengan travel seharga Rp 50 ribu dengan waktu tempuh 5 jam. Travel akan menjemput dan mengantar penumpang ke tempat tujuan, demikian seperti dikutip sepenuhnya dari Yahoo! Travel.
Pengelola hotel biasanya bisa membantu mencari motor maupun mobil yang disewakan. Tarif penyewaan motor lengkap dengan pemandu Rp 200 ribu. Adapun tarif sewa mobil mulai Rp 400 ribu.

Hampir tidak ada makanan khas yang dijual di Sumba. Ditambah lagi, jarang sekali ada warung yang menjual makanan. Tempat makan hanya ada di pusat kota. Meski sebagian besar penduduk beragama Nasrani, namun makanan halal dapat diperoleh dengan sangat mudah. Jika ingin pergi jauh seharian ke daerah terpencil, sangat disarankan untuk membawa bekal dari kota.
Oleh-oleh khas Sumba adalah ikat tenun. Beberapa kampung adat juga merupakan penghasil ikat tenun terbaik. Sempatkan melihat proses tenun dan pewarnaan dengan menggunakan bahan alami yang didapat dari alam. Motif tenunan berbeda di masing-masing daerah. Sumba barat punya tenunan bermotif lebih sederhana dari Sumba Timur.
Ada beberapa pilihan menginap murah seharga Rp 100 ribu sampai Rp 500 ribu, terutama di ibukota kabupaten. Biasanya hotel juga menyediakan transportasi dari dan menuju bandara. Ada pula pilihan untuk menginap di resort berbintang seperti Nihiwatu di Sumba Barat.
Pejalan yang berkunjung pada musim hujan akan bertemu Sumba yang hijau, basah dan bersyukur atas hujan. Padang sabana terbentang seperti karpet hijau sejauh mata memandang.
Mengunjungi Sumba pada musim hujan artinya harus siap menembus jalan yang berubah menjadi kolam berlumpur. Pada umumnya kondisi jalan utama Sumba sudah cukup bagus. Namun untuk menuju pantai maupun kampung adat di pedalaman, perjalanan harus melewati jalan tanah yang akan becek ketika hujan turun.
Tak demikian keadaannya pada musim kemarau. Saat itu padang hijau akan diganti warna cokelat karena rumput kekeringan. Sumba memang masyhur dengan cuacanya yang panas dan kering. Taufik Ismail dalam puisinya yang berjudul Beri Aku Sumba menceritakan Sumba sebagai “cuaca tropika, kering tanpa hujan ratusan hari.”
Saat musim panas, transportasi menuju tempat terpencil lebih mudah. Langit nampak biru dengan malam penuh bintang sehingga memungkinkan petualangan di alam bebas seperti hiking atau berkemah.

Selain memperhitungkan cuaca, waktu terbaik untuk melakukan perjalanan di pulau ini adalah saat digelarnya upacara adat. Upacara yang sayang untuk dilewatkan adalah Pasola, “perang” dua pasukan berkuda dengan cara melempar lembing dari atas kuda.
Upacara adat Pasola digelar empat kali setahun di empat tempat berbeda, biasanya pada Februari dan Maret. Hanya pemuka adat yang bisa menentukan kapan tanggal pasti Pasola digelar, karena upacara ini harus dilakukan bertepatan dengan munculnya cacing Nyale dari laut.
Upacara dimulai sejak dini hari dengan kegiatan mencari nyale di pantai. Sesudahnya barulah para rato bersiap di atas kuda, tanpa pelana. Pasola merupakan kegiatan yang berisiko tinggi karena melibatkan . Peserta Pasola tak takut darah yang tumpah. Luka dianggap biasa dan kematian tak menyisakan dendam.
Adapun pada bulan Oktober atau November terdapat upacara penutupan Wula Podu di Waikabubak, Sumba Barat. Wula podu adalah bulan larangan yang berlaku di Kampung Tarung, Prai Klembung dan Waitabar. Pada bulan larangan para penghuni kampung banyak dilarang melakukan berbagai kegiatan – bahkan tak boleh menangisi keluarga yang meninggal. Pada akhir Wula Podu penduduk mengadakan pesta adat yang sangat meriah dengan korban binatang dan tari-tarian.
Upacara pemakaman juga menjadi atraksi menarik bagi para turis. Pemeluk kepercayaan Marapu percaya bahwa orang mati membutuhkan bekal untuk pergi ke alamnya. Jenazah akan dibungkus dengan berlapis-lapis kain tenun, diiringi dengan penyembelihan korban hewan dalam jumlah banyak. Puluhan kerbau, puluhan babi dan ratusan ayam dipercaya bisa menjadi bekal almarhum menjadi roh penghuni Marapu.
Semua upacara ini tidak diadakan secara teratur menurut kalender masehi. Untuk mengetahui kapan upacara-upacara ini diadakan, sebaiknya hubungi biro perjalanan maupun hotel sebelum merencanakan perjalanan.